Ranah 3 Warna : Perjuangan menggapai impian
Pengarang: A. Fuadi Oleh : Mufti Prabowo
Unsur Intrisik
Pengarang: A. Fuadi Oleh : Mufti Prabowo
Unsur Intrisik
1) Tema
Tema Novel Ranah 3 Warna adalah perjuangan alumni pesanten untuk menggapai impiannya
2) Penokohan
a. Randai
orang yang senang berbagi : (Sebelum kembali ke bandung tempo hari, Randai berkali-kali mengajak aku menginap di kamarnya di Dago.) halaman 43
b. Raisa
pandai memasak : (Ya Tuhan, selain lancar Prancis-nya, mumpuni di bidang seni, gadis berkilau ini ternyata juga pintar memasak.) halaman 406
c. Alif
pantang menyerah : ( "Insya Allah Yah, ambo akan berjuang habis habisan untuk persamaan ini dan untuk UMPTN ." ) halaman 6
sabar : (Aku ikhlaskan mereka bertunangan. Aku telah bersabar, telah mengamalkan man shabara zhafira, tapi hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik buat aku, buat Randai, dan buat Raisa.) halaman 461
3) Latar
a. Latar tempat
Danau Maninjau
.....Batu sebesar gajah ini menjorok Danau Maninjau, dinaungi sebatang pohon kelapa yang melengkung seperti busur. halaman 1
Kanada
"Dear passengers, we are approaching Trudeau Airport, Montreal. Bienvenue in Canada. " Lamat-lamat aku mendengar suara seorang pramugari. halaman 254-255
b. Latar Waktu
Pagi hari
Di luar pesawat, matahari pagi sudah mengintip di balik horizon. Langit berkelir lazuardi terang. halaman 255
Malam hari
Maka menjelang tengah malam itu, aku kumpulkan semua kepercayaan diriku untuk mengeluarkan suara yang semoga terdengar seperti lagu halaman 200
c. Suasana
Sepi
Pintukamr pun aku kunci dan sudah berhari-hari aku mengurung diri, hanya ditemani bukit-bukit buku. Bahkan kalau adikku diam-diam mengintip dari balik pintu, aku halau mereka. halaman 15
Panik
Dengan pandangan masih nanar, aku ikut lari dengan panik. Rusdi lebih dulu bangun dengan wajah acak-acakan. halaman 281
4) Alur
a. Pengenalan
Cerita diawali dengan percakapan antara Randai dengan Alif yang baru saja lulus dari Pondok Madani. Randai ragu bahwa Alif dapat lulus di Teknik Penerbangan ITB, ia menyarankan Alif mengambil D3 di tempat lain.
b. Timbulnya konflik
Alif marah karena perkataan Randai yang meragukannya untuk lulus di teknikk penerbangan ITB, akan tetapi Alif sadar bahwa perkataan temannya itu benar. Alif sekarang mengincar kursi di Jurusan Hubungan Internasional Unpad. Setelah berhasil diterima di Unpad, Alif mengikuti seleksi pertukaran pelajar yang diikuti oleh Randai dan Raisa, gadis yang ditemui alif di sekitar kos-kosan Randai.
c. Puncak konflik
Alif dan Raisa berhasil dalam seleksi pertukaran pelajar tersebut. Alif, Raisa beserta para peserta yang lulus lainnya berangkat ke Quebec, Kanada. Disana mereka berkompetisi untuk memperebutkan medali dengan berprestasi dan diakui oleh komunitas masyarakat tempat tinggal mereka. Selama di Kanada, Alif menyadari bahwa ia mencintai Raisa.
d. Antiklimaks
Alif berhasil mendapatkan medali emas atas prestasinya dalam mewawancarai Monsieur Daniel Javier, salah satu tokoh utama referendum Quebec. Alif bersiap pulang ke Indonesia walaupun sedih karene harus berpisah dengan orangtua angkatnya selama di Quebec. Alif berpikir untuk menyatakan perasaannya pada Raisa.
e. Penyelesaian masalah
Setelah pulang ke Indonesia, Alif melanjutkan kuliahnya hingga lulus sebagai sarjana Jurusan Hubungan Internasional. Setelah diwisuda Alif diberitahu bahwa Randai dan Raisa telah bertunangan. Walaupun kecewa, Alif mengamalkan salah satu pepatah arab man shabara zhafira dan mengikhlaskannya.
5) Sudut pandang
Sudut pandang dalam Novel Ranah 3 Warna adalah orang pertama pelaku utama, hal itu dapat dilihat dari penggunaan kata aku sebagai pengganti Alif. (Dinding kamar aku tempeli kertas-kertas yang berisi rngkasan berbagai mata pelajaran dan rumus penting.) halaman 12
6) Gaya bahasa
a. Hiperbola
Ketika bersalaman, aku bisa merasakan cincin di jari Randai dan Raisa. Melekat dingin di kulitku, rasa dingin yang menyusup sampai ke lubuk hatiku. halaman 460
7) Amanat
Amanat yang terkandung dalam Novel Ranah 3 Warna adalah kita tidak boleh menyerah dalam menghadapi tantangan hidup, teruslah berusaha maka impianmu akan menjadi nyata
Sepi
Pintukamr pun aku kunci dan sudah berhari-hari aku mengurung diri, hanya ditemani bukit-bukit buku. Bahkan kalau adikku diam-diam mengintip dari balik pintu, aku halau mereka. halaman 15
Panik
Dengan pandangan masih nanar, aku ikut lari dengan panik. Rusdi lebih dulu bangun dengan wajah acak-acakan. halaman 281
4) Alur
a. Pengenalan
Cerita diawali dengan percakapan antara Randai dengan Alif yang baru saja lulus dari Pondok Madani. Randai ragu bahwa Alif dapat lulus di Teknik Penerbangan ITB, ia menyarankan Alif mengambil D3 di tempat lain.
b. Timbulnya konflik
Alif marah karena perkataan Randai yang meragukannya untuk lulus di teknikk penerbangan ITB, akan tetapi Alif sadar bahwa perkataan temannya itu benar. Alif sekarang mengincar kursi di Jurusan Hubungan Internasional Unpad. Setelah berhasil diterima di Unpad, Alif mengikuti seleksi pertukaran pelajar yang diikuti oleh Randai dan Raisa, gadis yang ditemui alif di sekitar kos-kosan Randai.
c. Puncak konflik
Alif dan Raisa berhasil dalam seleksi pertukaran pelajar tersebut. Alif, Raisa beserta para peserta yang lulus lainnya berangkat ke Quebec, Kanada. Disana mereka berkompetisi untuk memperebutkan medali dengan berprestasi dan diakui oleh komunitas masyarakat tempat tinggal mereka. Selama di Kanada, Alif menyadari bahwa ia mencintai Raisa.
d. Antiklimaks
Alif berhasil mendapatkan medali emas atas prestasinya dalam mewawancarai Monsieur Daniel Javier, salah satu tokoh utama referendum Quebec. Alif bersiap pulang ke Indonesia walaupun sedih karene harus berpisah dengan orangtua angkatnya selama di Quebec. Alif berpikir untuk menyatakan perasaannya pada Raisa.
e. Penyelesaian masalah
Setelah pulang ke Indonesia, Alif melanjutkan kuliahnya hingga lulus sebagai sarjana Jurusan Hubungan Internasional. Setelah diwisuda Alif diberitahu bahwa Randai dan Raisa telah bertunangan. Walaupun kecewa, Alif mengamalkan salah satu pepatah arab man shabara zhafira dan mengikhlaskannya.
5) Sudut pandang
Sudut pandang dalam Novel Ranah 3 Warna adalah orang pertama pelaku utama, hal itu dapat dilihat dari penggunaan kata aku sebagai pengganti Alif. (Dinding kamar aku tempeli kertas-kertas yang berisi rngkasan berbagai mata pelajaran dan rumus penting.) halaman 12
6) Gaya bahasa
a. Hiperbola
Ketika bersalaman, aku bisa merasakan cincin di jari Randai dan Raisa. Melekat dingin di kulitku, rasa dingin yang menyusup sampai ke lubuk hatiku. halaman 460
7) Amanat
Amanat yang terkandung dalam Novel Ranah 3 Warna adalah kita tidak boleh menyerah dalam menghadapi tantangan hidup, teruslah berusaha maka impianmu akan menjadi nyata
Unsur Ekstrisik
1) Ketuhanan
Kita harus berserah diri kepada Tuhan. (Aku ikhlaskan mereka bertunangan.
Aku telah bersabar, telah mengamalkan man shabara zhafira, tapi hanya
Tuhan yang tahu apa yang terbaik buat aku, buat Randai, dan buat Raisa.) halaman 461
2) Moral
Kita harus menjaga perilaku kita. (Aku bangkit dengan kesal. "Masya Allah, kok iseng banget,itu kan alarm kebakaran. " ) halaman 282
3) Sosial
Kita harus menjaga perilaku kita. (Aku bangkit dengan kesal. "Masya Allah, kok iseng banget,itu kan alarm kebakaran. " ) halaman 282
3) Sosial
Budayakan tolong menolong antar sesama. (Randai dan teman-teman satu kos serta Bi Ipah bahu-membahu merawatku.) halaman 126
4) Ekonomi
Bekerjalah untuk menghidupi diri. ( ".... Coba kirim tulisan kau ke koran besar macam Pikiran Rakyat, Republika, atau Kompas. Kalau bisa berkali-kali dimuat setiap bulan, barulah kau bisa membiayai kuliah sendiri,.....") halaman 154
4) Ekonomi
Bekerjalah untuk menghidupi diri. ( ".... Coba kirim tulisan kau ke koran besar macam Pikiran Rakyat, Republika, atau Kompas. Kalau bisa berkali-kali dimuat setiap bulan, barulah kau bisa membiayai kuliah sendiri,.....") halaman 154
