Sabtu, 24 November 2012

Unsur Intrisik-Ekstrisik Ranah 3 Warna

 Ranah 3 Warna : Perjuangan menggapai impian
 Pengarang: A. Fuadi            Oleh : Mufti Prabowo

Unsur Intrisik
1) Tema
     Tema Novel Ranah 3 Warna adalah perjuangan alumni pesanten untuk menggapai impiannya

2) Penokohan
     a. Randai
        orang yang senang berbagi : (Sebelum kembali ke bandung tempo hari, Randai berkali-kali mengajak aku menginap di kamarnya di Dago.) halaman 43
     b. Raisa
        pandai memasak : (Ya Tuhan, selain lancar Prancis-nya, mumpuni di bidang seni, gadis berkilau ini ternyata juga pintar memasak.) halaman 406
     c. Alif
        pantang menyerah : (  "Insya Allah Yah, ambo akan berjuang habis habisan untuk persamaan ini dan untuk UMPTN ." ) halaman 6
        sabar : (Aku ikhlaskan mereka bertunangan. Aku telah bersabar, telah mengamalkan man shabara zhafira, tapi hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik buat aku, buat Randai, dan buat Raisa.) halaman 461

3) Latar
     a. Latar tempat
        Danau Maninjau
        .....Batu sebesar gajah ini menjorok Danau Maninjau, dinaungi sebatang pohon kelapa yang melengkung seperti busur. halaman 1
        Kanada
        "Dear passengers, we are approaching Trudeau Airport, Montreal. Bienvenue in Canada. " Lamat-lamat aku mendengar suara seorang pramugari. halaman 254-255
     b. Latar Waktu
        Pagi hari
        Di luar pesawat, matahari pagi sudah mengintip di balik horizon. Langit berkelir lazuardi terang. halaman 255 
        Malam hari
        Maka menjelang tengah malam itu, aku kumpulkan semua kepercayaan diriku untuk mengeluarkan suara yang semoga terdengar seperti lagu halaman 200
    c. Suasana
       Sepi
       Pintukamr pun aku kunci dan sudah berhari-hari aku mengurung diri, hanya ditemani bukit-bukit buku. Bahkan kalau adikku diam-diam mengintip dari balik pintu, aku halau mereka. halaman 15
       Panik
       Dengan pandangan masih nanar, aku ikut lari dengan panik. Rusdi lebih dulu bangun dengan wajah acak-acakan. halaman 281

4) Alur
     a. Pengenalan
       Cerita diawali dengan percakapan antara Randai dengan Alif yang baru saja lulus dari Pondok Madani. Randai ragu bahwa Alif dapat lulus di Teknik Penerbangan ITB, ia menyarankan Alif mengambil D3 di tempat lain.
     b. Timbulnya konflik
       Alif marah karena perkataan Randai yang meragukannya untuk lulus di teknikk penerbangan ITB, akan tetapi Alif sadar bahwa perkataan temannya itu benar. Alif sekarang mengincar kursi di Jurusan Hubungan Internasional Unpad. Setelah berhasil diterima di Unpad, Alif mengikuti seleksi pertukaran pelajar yang diikuti oleh Randai dan Raisa, gadis yang ditemui alif di sekitar kos-kosan Randai.
     c. Puncak konflik
       Alif dan Raisa berhasil dalam seleksi pertukaran pelajar tersebut. Alif, Raisa beserta para peserta yang lulus lainnya berangkat ke Quebec, Kanada. Disana mereka berkompetisi untuk memperebutkan medali dengan berprestasi dan diakui oleh komunitas masyarakat tempat tinggal mereka. Selama di Kanada, Alif menyadari bahwa ia mencintai Raisa.
    d. Antiklimaks
       Alif berhasil mendapatkan medali emas atas prestasinya dalam mewawancarai Monsieur Daniel Javier, salah satu tokoh utama referendum Quebec. Alif bersiap pulang ke Indonesia walaupun sedih karene harus berpisah dengan orangtua angkatnya selama di Quebec. Alif berpikir untuk menyatakan perasaannya pada Raisa. 
    e. Penyelesaian masalah
       Setelah pulang ke Indonesia, Alif melanjutkan kuliahnya hingga lulus sebagai sarjana Jurusan Hubungan Internasional. Setelah diwisuda Alif diberitahu bahwa Randai dan Raisa telah bertunangan. Walaupun kecewa, Alif  mengamalkan salah satu pepatah arab man shabara zhafira dan mengikhlaskannya.

5) Sudut pandang
   Sudut pandang dalam Novel Ranah 3 Warna adalah orang pertama pelaku utama, hal itu dapat dilihat dari penggunaan kata aku sebagai pengganti Alif. (Dinding kamar aku tempeli kertas-kertas yang berisi rngkasan berbagai mata pelajaran dan rumus penting.) halaman 12

6) Gaya bahasa
   a. Hiperbola
      Ketika bersalaman, aku bisa merasakan cincin di jari Randai dan Raisa. Melekat dingin di kulitku, rasa dingin yang menyusup sampai ke lubuk hatiku. halaman 460

7) Amanat
   Amanat yang terkandung dalam Novel Ranah 3 Warna adalah kita tidak boleh menyerah dalam menghadapi tantangan hidup, teruslah berusaha maka impianmu akan menjadi nyata

Unsur Ekstrisik

1) Ketuhanan
   Kita harus berserah diri kepada Tuhan. (Aku ikhlaskan mereka bertunangan. Aku telah bersabar, telah mengamalkan man shabara zhafira, tapi hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik buat aku, buat Randai, dan buat Raisa.) halaman 461

2) Moral
   Kita harus menjaga perilaku kita. (Aku bangkit dengan kesal. "Masya Allah, kok iseng banget,itu kan alarm kebakaran. " ) halaman 282

3) Sosial
   Budayakan tolong menolong antar sesama. (Randai dan teman-teman satu kos serta Bi Ipah bahu-membahu merawatku.) halaman 126

4) Ekonomi
   Bekerjalah untuk menghidupi diri. ( ".... Coba kirim tulisan kau ke koran besar macam Pikiran Rakyat, Republika, atau Kompas. Kalau bisa berkali-kali dimuat setiap bulan, barulah kau bisa membiayai kuliah sendiri,.....") halaman 154